Selasa, 27 November 2012

makalah tentang aliran sesat Satria Piningit Buwono



BAB I
PENDAHULUAN

1.1.   Latar Belakang
Saat ini aliran serta paham sesat dan menyimpang sedang tumbuh subur dan berkembang di negeri ini. Belum selesai masalah satu aliran sudah muncul aliran yang baru.Selain merusak akidah dan citra Agama Islam, aliran-aliran ini merusak tatanan sosial, merusak hubungan keluarga, persatuan umat, cara berpikir masyarakat, dan bahkan ada yang mengancam kelangsungan NKRI.
Munculnya fenomena aliran sesat tidak terlepas dari problem psikologis baik para tokoh pelopornya, pengikutnya serta masyarakat secara keseluruhan. Problem aliran sesat mengindikasikan adanya anomali nilai-nilai di masyarakat.
Aliran sesat bukan fenomena baru, selain dia mengambarkan anomali, juga kemungkinan adanya deviasi sosial yaitu selalu ada komunitas yang abnormal. Baik berada dalam abnormalitas demografis, abnormalitas sosial, maupun abnormalitas psikologis. Sedangkan bentuk deviasi dapat bersifat individual, situasional dan sistemik. Abnormalitas perilaku seseorang tidak dapat diukur hanya dengan satu kriteria, karena bisa jadi seseorang berkategori normal dalam pengertian kepribadian tetapi abnormal dalam pengertian sosial dan moral. Demikian halnya dengan para penganut aliran sesat, akan diperoleh kriterium kategori yang tidak tegas. Salah satu yang paling mungkin untuk menyatakan kesesatan adalah defenisi atau batasan ketidaksesatan yang bersifat formalistik atau diakui sebagai batasan institusional. Walaupun sudah jelas dituangkan dalam Firman Allah SWT:  “Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku- cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu” (Al-Maidah 5:3).
1

 
Merebaknya panji-panji yang bertentangan dengan esensi ajaran agama Islam dewasa ini, tentu melahirkan problematika yang serius, yang patut untuk didiskusikan, Mengingat tidak ada perubahan aturan ibadah yang telah ditetapkan oleh Nabi Muhammad SAW.
1.2.  
2

 
Rumusan Masalah
1.      Bagaimana Profil Aliran Satrio Piningit?
2.      Bagaimana Ajaran Aliran Satrio Piningit?
3.      Bagaimana Ritual aliran Satrio Piningit?
4.      Bagaimana Sistem ketuhananannya?
5.      Bagaimana tanggapan terhadap aliran satrio piningit?
6.      Bagaimana Tips Agar Terhindar Dari Aliran Sesat?

1.3.   Tujuan
Makalah ini disusun untuk:
·         Memenuhi salah satu tugas mata kuliah Pendidikan Agama.
·         Menambah wawasan dan ilmu pengetahuan tentang aliran – aliran yang menyimpang terhadap agama islam.
·         Tukar menukar informasi.















3

 
BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Profil Aliran Satrio Piningit
Description: E:\mata kuliah\agama\satria\pendiri.jpgAliran Satrio Piningit Weteng Buwono dipimpin oleh Agus Imam Solichin, beralamat di Jl Kebagusan II, RT 10 RW 06 No 37, Pasar Minggu Jakarta Selatan. Rumah tersebut milik A. Kusmana. Sebelumnya mereka bermarkas di Jl Masjid Al-Mu’awanah No 2, RT 07/ 12, Kampung Rawa Aren, Kelurahan Aren Jaya, Bekasi Timur, Jawa Barat. Praktek di sini berlangsung selama 6 bulan pada tahun 2002.
Menurut H.Muhamad Nagan warga Rawa Aren, waktu di Bekasi pengikutnya sebanyak 15 orang, sekarang pengikutnya kurang jelas, ada yang mengatakan 40 orang, tetapi ada juga yang mengatakan 50 orang.

2.2. Ajaran Aliran Satrio Piningit
Aliran tersebut melanggar ajaran Agama Islam yang sebenarnya. Menurut Majelis Ulama Indonesia (MUI) ada beberapa kriteria sesat yang dilanggar ajaran tersebut:
1.      Anggota Bersetubuh di Bawah Lampu Sorot
Anggota aliran sesat Satria Piningit Weteng Buwono biasa melakukan persetubuhan dalam ritual mereka. Persetubuhan disaksikan para anggota di bawah sorotan lampu.
Menurut pemimpin aliran Satria Piningit Weteng Buwono, Agus Imam Solihin, seperti dituturkan A Kusmana — pemilik rumah yang dijadikan tempat ritual di kawasan Kebagusan– ritual persetubuhan adalah untuk menggambarkan penciptaan Nabi Adam.
2.      Ritual Persetubuhan Ditonton Anggota
4

 
Selain melakukan ritual persetubuhan dengan bertukar pasang dengan sesama anggota, aliran Satria Piningit Weteng Buwono juga tidak mewajibkan anggotanya untuk salat dan berzakat. Ritual persetubuhan dengan sesama anggota aliran boleh ditonton oleh anggota lainnya.
3.      Anggota Diajarkan Menggugurkan Rukun Islam
Awalnya pemimpin aliran Satria Piningit Weteng Buwono Agus Imam Solihin memberikan pelajaran tentang Islam. Namun lama-kelamaan yang diajarkan adalah melarang salat, puasa dan berzakat. Menurut A Kusumah, pemilik rumah yang dijadikan tempat ritual di kawasan Kebagusan, Jakarta Selatan, ajaran yang ditularkan kepada anggotanya menggugurkan rukun Islam.
Di sisi lain, Agus juga mengajarkan untuk sabar dan ikhlas serta tawakal. Ajaran itu agar jasad para anggota yang telah meninggal bisa dibawa ke singgasana milik tuhan. Jasadnya tidak akan mati
4. Pemimpin aliran satrio piningit mengatakan kepada jemaahnya bahwa puasa adalah menahan hawa nafsu dan amarah. Jika sudah berhasil melakukan keduanya, berarti tidak usah berpuasa.
6. Ajaran sesat lainnya, adalah soal menjawab salam. Bila ada anggota tidak menjawab salam, langsung disuruh telanjang di ruang tamu selama sehari semalam tanpa diberi makan dan minum. ”Laki-laki dan perempuan telanjang bulat selama seharian,” ucapnya.

2.3.Description: E:\mata kuliah\agama\satria\gambar tempat ritual.jpg Ritual aliran Satrio Piningit
Ritualnya dilakukan hampir setiap malam berupa membaca kitab tertentu, memakai pakaian baju koko, dan memakai peci merah putih (ada yang mengatakan memakai ikat kepala merah putih). Sehabis ritual biasanya pengikutnya tidak pulang, mereka tidur bersama-sama dirumah itu bercampur antara laki-laki dan perempuan. Pada suatu hari jumat, saat orang mengerjakan shlat Jum’at Agus bersama pengikutnya menggelar ritual di halaman rumah.
5

 
Tentang ritual telanjang, dikatakan karena meniru suasana di surga, karena di surga semua orang telanjang. Kalau menolak melakukan ritual telanjang, akan dimasukkan ke dalam neraka jahanam. Agus juga mengajarkan hubungan sek secara bersama-sama, ritual ini biasanya dilakukan pada malam Jum’at, tetapi menurut Kusmana dapat dilakukan kapan saja. Ritual ini paling ramai dilakukan pada taun 2005 dimana ada enam pasangan suami isteri yang melakukannya di bawah sorotan lampu. Pada saat ritual berlangsung Agus selaku pimpinan berdiri di dalam kamar dan menyaksikan pengikutnya menjalani ritual. Ritula itu menurut Agus mencontoh penciptaan Nabi Adam. Menurut Kusmana dalam ritual tersebut tidak terjadi tukar menukar pasangan, tetapi berdasarkan informasi warga bahwa aliran tersebut diduga menghalalkan ganti-ganti pasangan pada saat menjalani ritual.
Selain seks bersama-sama, Agus juga memandikan para pengikut yang melakukan pengakuan dosa. Kalau pengikutnya bersalah, lalu dimandikan. Dalam melakukan ritual mereka menyanyikan lagu cucak rowo, lagu Jawa dan Indonesia Raya. Ritual biasanya dilakukan pada jam 09.30 pagi

2.4. Sistem ketuhanan.
Agus mengaku sudah menyatu dengan Tuhan atau manunggaling kawula Gusti, oleh sebab itu dia membebaskan pengikutnya dari kewajiban shalat, puasa dan Zakat. Dia juga mengajarkan tentang kesabaran, keikhlasan dan tawakkal dalam setiap pengajian. Agus memiliki 50 orang pengikut, dan syaratnya sudah berkeluarga.
Menurut Eko Agus telah mengalami dua fase (tahap) yaitu tahap sebagai Imam Mahdi pada tahun 2003-2004 dan sebagai Tuhan pada tahun 2005-2006. Karena mengaku sebagi Tuhan, maka ia mengajak para pengikutnya untuk meninggalkan shalat. Agus berkata: “ Ngapain kalian shalat, ngapai kalian puasa karena saya sudah wujud, dengan bersabar itu juga berarti sudah melaksanakan puasa”. Selain itu pada tahun 2006 Agus mengaku sebagai titisan Soekarno. Oleh sebab itu dilantai dua dari rumah Eko terdapat puluhan gambar mantan Presiden Soekarno, disamping alat-alat musik seperti gitar dan piano
6

 
 
2.5. Tanggapan –Tanggapan
1.      Dirjen Bimas Islam Prof.Dr Nasarudin Umar menyarankan agar pimpinan aliran mesum tersebut, menmui psikiater untuk berkonsultasi tentang orientasi seksualnya. Ditengarai Agus memiliki kelainan seksual. Dalam teori psikologi ada individu baru mencapai kepuasan seksual, jika melihat orang lain melakukan hubungan seksual. Pada tahap selanjutnya, individu bersangkutan baru akan merasa puas jika melihat isterinya melakukan hubungan badan dengan orang lain. Dugaan adanya penyimpangan seksual muncul karena pengikutnya disuruh untuk melakukan hubungan seks secara besama-sama. Dari aspek keagamaan kami siap untuk membinanya. Untuk sementara Departemen Agama menunggu hasil pemeriksaan kepolisian terhadap Agus. Setelah proses pidana pencabulan yang dilakukan selesai, maka Depag akan membantu dalam menyelidiki apakah ada unsure penodaan agama dalam praktek ritual aliran Satrio Piningit.
2.      Menurut Prof.Dr Aminudin Kasdi apa yang diklaim oleh Agus bahwa dirinya telah manunggal dengan gusti tidaklah tepat. Munculnya sekte ini lebih merupakan sebagi sebuah perlawanan dari kelompok masyarakat yang mengalami keterasingan secara social dan budaya ditengah cepatnya perubahan masyarakat akibat kemajuan teknologi dan globalisasi ekonomi. Karena tak mampu mengikuti perubahan itu, sebuah kelompok masyarakat kemudian berusaha mempertahankan eksistensinya dengan membentuk komunitas untuk melakukan perlawanan sekaligus menegaskan identitas mereka. Mereka ingin menghidupkan nilai-nilai yang mereka yakini benar dan baik. Dan itu bentuk perlawanan menurut mereka.
3.     
7

 
Jasman Panjaitan, Kapuspenkum mengatakan Bakor Pakem masih mempelajari dan mendalami aliran Satrio Peningit Weteng Buwono. Tapi ancamannya pembubaran dan pemidanaan akan diberikan bila terbukti melakukan penyimpangan. Menurutnya kalau benar ada symbol agama yang digunakan langkah pertama adalah dibubarkan, dan dilanjutkan dengan langkah hukum. Kalau menodai agama akan masuk pasal 156 A KUHP.
4.      Sedangkan menurut Permadi merebaknya aliran-aliran sesat di tanah air adalah sebuah pertanda mulai masuknya zaman edan. Menurutnya factor ekonomi dan situasi serba sulit yang kini dihadap masyarakat adalah kondisi yang ikut menyuburkan fenomena semacam ini. Rasa frustasi masyarakat inilah yang kemudian dimanfaatkan segelintir orang untuk mengambil keuntungan dengan membawa ajaran baru dan mengklaim diri sebagai Nabi bahkan Tuhan.

2.6. Tips Agar Terhindar Dari Aliran Sesat
Untuk itulah, sudah menjadi kewajiban bagi setiap orang untuk membentengi dirinya, keluarganya, kerabatnya, dan masyarakatnya agar jangan sampai terpengaruh terhadap aliran-aliran yang menyesatkan. Naudzubillah min Dzalik.
Sekedar tips yang mungkin bisa diterapkan adalah :
1. Jangan pernah mempercayai seseorang lebih dari kapasitasnya sebagai manusia. Biarpun orang itu mempunyai kemampuan di luar kebiasaan, semisal bisa berjalan di atas air atau terbang di awang-awang. Karena, kemampuan di luar kebiasaan bisa dimiliki oleh orang yang tidak mengenal agama sekalipun, misalnya tukang sihir yang bisa melakukan sihir padahal dia sama sekali tidak menyembah Tuhan.
8

 
2. Hindari mengikuti ajakan teman atau siapa saja untuk mengikuti pengajian yang materinya menyimpang dari pakem yang ada. Meskipun pada awalnya seseorang bisa menilai ajaran itu menyimpang, namun jika terus menerus mengikuti pengajian atau pertemuan yang diadakan oleh kelompok aliran sesat, maka lama-lama dia akan terbawa dengan sendirinya.
3. Konsultasikan setiap pemahaman agama yang dirasa “berbeda” dengan sahabat yang soleh. Alangkah baiknya jika bisa berkonsultasi langsung dengan ustadz, kyai, ulama, atau tokoh agama yang sudah terkenal kredibelitas ilmu agamanya.
4. Bekali diri dengan pengetahuan Islam yang sudah mapan. Jangan membaca buku-buku yang “nyeleneh”, karena siapa tahu bacaan tersebut memang mengarah kepada aliran sesat.
5. Senantiasa mendekatkan diri kepada Allah dalam setiap kesempatan. Baik dalam keadaan tenang maupun dalam keadaan jiwa yang sedang labil. Sebab, umumnya penganut aliran sesat dikarenakan kondisi kejiwaan mereka yang sedang labil.














BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Aliran Satrio Piningit Weteng Buwono dipimpin oleh Agus Imam Solichin, beralamat di Jl Kebagusan II, RT 10 RW 06 No 37, Pasar Minggu Jakarta Selatan. Rumah tersebut milik A. Kusmana. Sebelumnya mereka bermarkas di Jl Masjid Al-Mu’awanah No 2, RT 07/ 12, Kampung Rawa Aren, Kelurahan Aren Jaya, Bekasi Timur, Jawa Barat. Praktek di sini berlangsung selama 6 bulan pada tahun 2002. Aliran ini benar-benar menyimpang dari ajaran islam yang sebenarnya.
Dalam pernyataan pemimpin aliran sesat Satria Piningit Weteng Buwoni Agus Imam Solichin bahwa dia menghapus shalat. Padahal perintah shalat jelas-jelas tercantum dalam Al-Quran dan tidak akan berubah sampai akhir jaman. Dari pernyataan tersebut juga dia seolah-olah yang menentukan segala aturan-aturan islam . Dia adalah seorang manusia biasa yang tidak diberikan kelebihan oleh Allah SWT seperti nabi Muhammad SAW. Ajaran dia sangat tidak masuk akal dari segi keyakinan dan kesehatan. Pencipta atau Al-Khaliq berbeda dari makhluk-Nya dan harus bersifat Azali dan Wajibul Wujud, sedangkan Agus Imam Solichin.adalah makhluk-Nya juga yang tidak Azali.

B.     Saran
Semoga kita semua bisa menghindari dari segala aliran yang tidak sesuai dengan ajaran agama Islam, supaya kita bisa menghadap Allah sebagai hamba-Nya yang selamat di akhirat. Allahumma Ihdina Shirathaka Al-Mustaqim wa Tsabbit Qalbi Ala Dinika. (Ya Allah tunjukkanlah kami jalan-Mu yang luruh dan tetapkanlah hati kami senantiasa berada di agama-Mu.





9

 
 
DAFTAR PUSTAKA


Aliran dan Paham Sesat di Indonesia, hal. karya Hartono Ahmad Jaiz).
Yulian Purnama. 2009. “Aliran Sesat, Kenali dan Hindari (“Buletin At- Tauhid)
aisyah-iskandar.blogspot.com/2011/06/makalah-aliran-sesat-aliran-satrio.html  
10

 
http://mastw.blogspot.com/2009/01/aliran-sesat-satria-piningit-weteng.html

1 komentar:

  1. bermanfaat ilmunya

    http://kumpulankonsultasi.blogspot.com/

    BalasHapus